Salah satu komponen terpenting di suspensi mobil adalah shock absorber. Seperti halnya suku cadang mobil lainnya, ketika peredam kejut rusak, tersedia pilihan komponen pengganti di pasar. Baik yang orisinal maupun aftermarket. Beberapa merek produk aftermarket yang dijual saat ini antara lain Kayaba, Monroe, Bilstein dan Koni.

Namun tak seperti suku cadang lain, peredam kejut aftermarket tidak selalu lebih murah dari orisinal. Bahkan umumnya lebih mahal dari komponen orisinal, tapi ada juga yang lebih murah walau selisihnya tidak terlalu signifikan.

Di lain sisi, sokbreker aftermarket juga tidak selalu lebih jelek. Seperti pada mobil Jepang yang umumnya menggunakan peredam kejut Original Equipment Manufacturer (OEM) buatan Kayaba. Selain membuat komponen pengganti pesanan ATPM, Kayaba juga melepas produk aftermarket-nya ke pasar.

Peredam kejut aftermarket ini biasanya memiliki beberapa jenis produk untuk satu jenis mobil. Masing-masing jenis memiliki karakter berbeda. Ada yang keras dan empuk. Nah, masalah keras dan empuk ini bisa disesuaikan dengan keinginan dan selera Anda.

Peredam kejut yang keras akan menambah kestabilan dan manuver tapi mengurangi kenyamanan berkendara. Sebaliknya yang empuk memang memberi kenyamanan di jalan rusak, tapi mobil jadi kurang stabil khususnya saat melibas tikungan.

Nah, untuk memilihnya, sebaiknya Anda juga mengetahui jenis-jenis peredam kejut.

Jenis-jenis peredam kejut
Peredam kejut dapat dibedakan dari daya redaman yang dihasilkan dan jenis media pengisinya. Kedua hal inilah yang menentukan karakter peredam kejut.

Dari gaya redaman yang dihasilkan, peredam kejut dibedakan menjadi:

– Single action

Pada tipe ini, gaya redam hanya ada pada langkah memanjang (rebound stroke) yang terjadi saat roda melewati lubang. Peredam kejut ini terasa lebih empuk ketika melewati polisi tidur atau gundukan. Tapi di jalan menikung yang bergelombang cenderung kurang stabil.

– Double action

Gaya redam terjadi pada langkah memanjang dan langkah memendek (compression stroke). Langkah memendek terjadi ketika roda menginjak sesuatu yang menonjol seperti polisi tidur. Pada bantingan suspensi dengan sokbreker tipe ini memang terasa keras, tapi di tikungan atau jalan bergelombang lebih stabil.

Sedangkan dari jenis media pengisinya, sokbreker terbagi menjadi dua golongan:

– Oli

Dengan menggunakan fluida, tabung bagian dalam pada peredam kejut terisi penuh oleh oli. Sedangkan tabung bagian luar hanya diisi oli sebagian saja. Peredam kejut tipe oli ini sering digunakan sebagai komponen standar di mobil-mobil pada umumnya.

– Gas

Pada tipe gas, tabung bagian dalam masih terisi penuh dengan oli. Bedanya, tabung bagian luar berisi oli dan gas bertekanan. Dengan adanya gas bertekanan, oli akan tetap konstan dan bisa mencegah terjadinya busa atau gelembung udara.

Pada dasarnya peredam kejut tipe gas memiliki peredaman lebih baik ketimbang tipe oli. Tapi memang harganya lebih mahal. Kalau Anda lebih menyukai bantingan yang empuk khususnya di polisi tidur, gunakan tipe single action. Tapi bagi yang menyukai kestabilan pada tikungan dan jalan gelombang bisa memilih double action.

Memilih peredam kejut

Ada cara yang bisa Anda terapkan untuk membedakan peredam kejut single dan double action. Pegang peredam kejut pada posisi vertikal. Lalu tarik dan tekan beberapa kali secara perlahan. Kemudian lakukan penekanan tiba-tiba. Bila merasa ada tahanan berarti sokbreker itu berjenis double action. Sebaliknya jika terasa ringan berarti single action.

Sementara untuk membedakan tipe oli dan gas bisa dilakukan dengan memegang peredam kejut pada posisi vertikal. Tekan peredam kejut sampai pada panjang minimum dan lepaskan. Jika peredam kejut bergerak memanjang berarti itu adalah tipe gas, jika tidak berarti tipe oli.

Jika Anda menggunakan peredam kejut aftermarket, selain dudukannya harus sama, yang perlu diperhatikan adalah panjang maksimum dan minimumnya. Sebaiknya panjang maksimum sama atau lebih dibanding peredam kejut standar. Sedang panjang minimum sama atau kurang dari standar.

Namun tidak semua mobil bisa dengan mudah menggunakan peredam kejut aftermarket. Umumnya mobil-mobil Eropa seperti Mercedes-Benz cukup sulit menemui peredam kejut aftermarket yang sesuai. Untungnya peredam kejut standar, kualitasnya sudah cukup bagus.

(mobil.otomotifnet.com)