Sebelumnya tidak pernah terbayangkan bahwa Israel mau mengakui Hamas dan melakukan negosiasi. Di mata pemerintahan Partai Likud, yang sangat konservatif, dipimpin Perdana Menteri Benyamin Netanyahu, gerakan Hamas, seperti sesuatu yang dinajiskan. Semua partai politik di Israel, baik yang kiri dan kanan serta yang konservatif, persepsi mereka terhadap Hamas, adalah kelompok teroris yang mengancam masa depan Israel, dan haram melakukan komunikasi dan negosiasi. Israel dengan segala kekuatan yang dimilikinya berusaha melikwidir (menghapus) kekuatan Hamas di Gaza.

Usaha-usaha yang dijalankan Israel, memusnahkan dan membunuh semua tokoh-tokoh Hamas, yang menjadi inspirasi dan penggerak gerakan itu. Israel membunuh tokoh dan pendiri Hamas, Sheikh Ahmad Yasin, saat baru meninggalkan masjid, usai shalat Shubuh dengan menggunakan rudal yang ditembakkan dari halikopter. Sheikh Ahmad Yasin yang sudah lumpuh, dan tidak dapat menggerakkan tubuhnya, kecuali kepalanya, sangat menakutkan bagi Israel. Tokoh dan ulama Palestina ini, sejak mudanya menjadi pendidik, penggerak, dan pemberi inspirasi bagi perjuangan rakyat Palestina. Sheikh Ahmad Yasin sangat kharismatis, dan berpengaruh terhadap rakyat Palestina.

Dengan membunuh Sheik Ahmad Yasin, harapan Israel, perjuangan rakyat Palestina kehilangan tokoh, dan akan berhenti perjuangan mereka. Tetapi, pandangan dan kebijakan para pemimpin Israel, semua tidak terbukti, dan sesudah tewasnya Sheikh Ahmad Yasin, perjuangan melawan rezim Zionis-Israel, tidak berhenti. Hamas tetap hidup. Hamas terus berjuang dengan kekuatan yang dimilikinya menghadapi rezim Zionis-Israel. Gerakan Hamas, yang mula-mula hanya bergerak dibidang pendidikan dan sosial di tanah Palestina terus berkembang dengan seiring berjalannya waktu. Gerakan itu berhasil membangun basis kekuatan yang sangat kokoh di kalangan rakyat, terutama di Gaza, sampai sekarang.

Gerakan Hamas yang berhasil membangun basis dikalangan rakyat, melalui pendidikan dan kegiatan sosial, kemudian mulai masuk perjuangan sipil, dan munculnya pemberontakan, yang sangat spektakuler berbentuk “Intifadah”. Melawan pasukan Israel dengan batu, secara massif. Ini merupakan bentuk perlawanan rakyat Palestina terhadap Israel, pertama kali yang menggunakan gerakan sipil. Tetapi, tujuannya hanya membangun kembali mental rakyat Palestina, khususnya menghadapi supremasi Israel, yang didukung oleh negara-negara Barat.

Dampaknya sangat luar biasa dengan gerakan “Intifadah”, bangkitnya semangat rakyat Palestina secara kolektif, dan sekaligus membangun kembali semangat dunia Arab yang sudah mati, ketika menghadapi rezim Zionis-Israel. Langkah berikutnya yang dilakukan Gerakan Hamas, membangun kekuatan militer, secara diam-diam. Hamas memulai gerakan militernya, dan membentuk Brigade Izzuddin al-Qassam, di tahun l990 an. Izzudin al-Qassam, merupakan tokoh dan pejuang, yang mula-mula menghadapi rezim Zionis-Israel, tak lama sesudah Israel melakukan aneksasi (mencaplok) wilayah-wilayah Palestina di tahun 1948. Hamas melakukan latihan militer yang sangat keras terhadap anggota-anggota Brigade Izzudin al-Qassam, sebagai unit tempur yang sangat handal, memiliki kemampuan militer yang sangat tinggi, yang bisa disejajarkan dengan militer Amerika Serikat, seperti Unit “Special Force” atau “Navy Seal”. Karena latihan-latihan militer mereka di gurun pasir, yang terus-menerus, dan menggunakan berbagai jenis senjata. Ini terbukti dengan kemenangan Hamas, ketika usai pemilu tahun 2006 di Palestina, kemudian tahun 20007, hanya dalam waktu tiga jam, Hamas dapat mengambil alih seluruh Gaza dari tangan Gerakan al-Fatah, yang dipimpin Mahmud Abbas. Hamas mengambil alih kantor pemerintahan Otoritas Palestina, serta mendapatkan senjata dari gudang-gudang yang merupakan milik gerakan al-Fatah.

Kemudian, kekuatan militer Hamas mampu menghadapi invasi milliter Israel di tahun 2008, saat Israel dipimpin Perdana Ehud Olmert. Hamas mampu bertahan menghadapi invasi Israel, yang berlangsung selama sebulan. Dan hanya kehilangan sedikit pasukannya, dan Hamas berhasil menghancurkan berbagai jenis tank dan pasukan Israel, yang masuk kota Gaza. Sampai, Perdana Menteri Ehud Olmert, secara sepihak mengumumkan gencatan senjata, tengah malam, di bulan Januari 2009. Gerakan Hamas benar-benar teruji kemampuan, dibidang politik, ekonomi dan militer, menghadapi rezim Zionis-Israel, yang didukung Amerika Serikat.

Sejak kemenangan dalam pemilu tahun 2006, Gaza diblokade oleh Israel, dan Hamas tak pernah menyerah dan mau mengakui Israel. Hamas dan rakyat Palestina di Gaza, tetap bisa survive, di tengah-tengah ancaman dan blokade yang dilakukan Israel. Sekarang rezim Zionis-Israel yang dipimpin Perdana Menteri Benyamin Netanyahu, yang sangat konservatif, dan bertindak keras terhadap Hamas, dan selalu mengatakan Hamas sebagai kelompok teroris, dan tidak mau melakukan negosiasai apapun dengan kelompok Hamas, sekarang harus menerima eksistensi Hamas, dan membebaskan 1027 tahanan Palestina, termasuk tokoh-tokoh yang dipenjara oleh Israel, ditukar dengan Kopral Gilad Shalit.

Bagaimana kecanggihan Hamas, sampai Mossad, tidak dapat menemukan tempat persembunyian Kopral Gilad Shalit yang diculik oleh Hamas, meskipun rezim Zionis-Israel sudah menggunakan intelijen Mesir, Arab Saudi, dan Otoritas Palestina, dan melakukan invasi militer ke Gaza, dan menduduki Gaza, tetapi tidak berhasil menemukan Gilad Shalit. Hamas tetap kokoh menghadapi berbagai tekanan dunia internasional. Tidak pernah menyerah. Sikapnya tetap teguh dan konsisten memperjuangkan keyakinannya, menegakkan negara Palestina, yang berdasarkan prinsip-prinsip Islam. Seperti yang dikatakan Ismail Haniyah, bahwa akan tegak negara Islam di tanah Palestina, dan membebaskan selulruh tanah Palestina yang diduduki oleh rezim Zionis-Israel. Para pemimpin Hamas adalah para pejuang Islam yang sejati, tidak pernah meminta pertolongan kepada siapapun, kecuali kepada Allah, Rasul-Nya, dan orang-orag mukmin, karena itu mereka mendapatkan kemenangan, dan memiliki izzah yang tinggi didepan para musuhnya. Kemenangan telah di depan mata bagi Hamas, dan seluruh kekuatan di Palestina, yang berjuang ingin membangun negara yang benar-benar berdaulat, lepas dari cengkeraman rezim Zionis-Israel. Wallau’alam.

Sumber : http://www.eramuslim.com/editorial/kemenangan-hamas-atas-israel.htm