KEMANG  (Pos Kota) – “Dengan izin Allah saya menolak putusan karena tak berdasarkan syariat Islam. Tapi hanya berdasarkan Toghut. Haram hukumnya jika saya menerima putusan,” ucap Baasyir pada hakim ketua sidang PN Jakarta Selatan, sesaat setelah pembacaan vonis 15 tahun penjara baginya.

Sedangkan, tim pengacara Baasyir juga langsung menyatakan banding. Alasan Ahcmad Michdan karena majelis hakim tidak mempertimbangkan keterangan saksi Lutfhi Haidaroh alias Ubaid.

Setelah melalui proses pemeriksaan panjang, Majelis Hakim Pengadilan Negeri Jakarta Selatan pimpinan Herri Swantoro akhirnya menjatuhkan hukuman 15 tahun penjara pada terdakwa ustad Abu Bakar Baasyir, Kamis (16/6).

Dari tiga lapis dakwaan yang dituduhkan pada terdakwa Baasyir yang terbukti hanya dakwaan subsider. Sedangkan dalam dakwaan lainnya dia dinyatakan tidak terbukti

Dalam pertimbangan hukumnya majelis hakim meyakini amir Jamaah Ansharut Tauhid (JAT) terbukti menggerakkan orang lain dan memberikan dana untuk kegiatan tindak pidana terorisme.

Perbuatan terdakwa Baasyir terbukti sesuai dalam dakwaan subsider yakni melanggar pasal 14 jo pasal 7 UU RI No 15 tahun 2003 tentang Peraturan Pemerintah Pengganti Undang-Undang No 1 tahun 2002 tentang Tindak Pidana Terorisme menjadi Undang-Undang.

Keyakinan majelis hakim atas dasar pemeriksaan 37 saksi, keterangan terdakwa dan 5 keterangan ahli serta sejumlah barang bukti.

Atas putusan hakim, Abu Bakar Baasyir langsung menolak putusan tersebut. Alasannya, putusan yang dijatuhkan oleh majelis hakim tidak berdasarkan syariat Islam.

Sumber