Meskipun berita sudah agak lama, tapi tetap perlu untuk kita cermati..

SOLO -Islamic Studies and Action Center mengeluarkan pers release terkait penembakan mati terhadap aktifis Islam kota Solo, Sigit Qordhowi dan Hendro yang baru saja dimakamkan, semalam Rabu 18 Mei dan Kamis pagi 19 Mei 2011, dan ini adalah isi pers releasnya:

PERS RELEASE
ISAC Meminta Komnas HAM Serius
Ungkap Motif Densus 88 Anti Teror Tembak Mati
Sigit Qurdhowi, Hendro Yunanto dan Nur Iman

Hari ini Jenazah Hendro Yunanto baru bisa dipulangkan sejak Hari Sabtu Tanggal 14 Mei 2011. Hendro Yunanto meninggal akibat ditembak mati oleh Densus 88 Anti Teror di Desa Sanggrahan Kecamatan Grogol Sukoharjo. Hendro Yunanto adalah warga Cemani Rt 3 Rw 15 Grogol Sukoharjo. Istrinya 1 dan anaknya 2 usia 7 dan 5 tahun.

Berdasarkan hasil temuan ISAC terhadap almarhum Hendro Yunanto diperoleh data sebagai berikut :
1.    Dalam catatan kami, Hendro Yunanto berkelakuan baik, belum pernah terkait kasus hukum apapun di wilayah Indonesia.
2.    Status Hukum Hendro Yunanto adalah warga Negara biasa bukan Buronan atau DPO.
3.    Hendro Yunanto meninggal dalam keadaan tangan kosong namun ditembak mati.
4.    Di Masyarakat Hendro Yunanto dikenal sebagai warga  yang baik dan rajin beribadah
5.    Dikeluarga Hendro Yunanto termasuk tipe yang bertanggung jawab dan kerja keras. Kesehariannya hanya bekerja sebagai pedagang, belum pernah keluar kota.
6.    Yang bersangkutan gigih melakukan Amar Makruf Nahi Mungkar terhadap Miras, Perjudian, Prostitusi dan Pemurtadan.

Dari hasil investigasi di lapangan diperoleh data sebagai berikut :
1.    Hingga saat ini tidak ada bukti adanya surat penangkapan terhadap Hendro Yunanto dari Mabes Polri.
2.    Hingga saat ini juga tidak ada Surat Sita dari Mabes Polri atas barang Hendro Yunanto yang telah dikuasai Densus 88 Anti Teror. Barang yang dikusai Densus 88 Anti Teror adalah :
a.    1 unit Sepeda Motor Supra Fit Nopol AD 6496 UK
b.    1 buah Handphone Sony Ericson seri W580
c.    1 buah Handphone Nokia seri 2300
d.    1 buah tas yang berisi Al-Quran dan baju
3.    Terkesan Sigit Qurdhowi dan Hendro Yunanto menjadi Target Mati, terbukti tidak ada upaya penangkapan secara baik-baik (hidup-hidup) maupun tembakan peringatan.

ISAC menilai bahwa Operasi yang dilakukan Densus 88 Anti Teror ini terhadap Hendro Yunanto adalah sebagai berikut :
1.    Densus 88 Anti Teror telah melakukan kesalahan fatal dalam hal identifikasi Target Operasi. Untuk memulihkan citra Polri, lebih baik membubarkan Densus 88 Anti Teror karena lebih banyak mendatangkan madhorot, tidak independen, banyak intervensi negara asing
2.    Menembak mati Sigit Qurdhowi, Hendro Yunanto dan Nur Iman justru Polri telah meresahkan dan mengobarkan warga artinya Polri telah gagal dalam melayani, melindungi dan mengayomi masyarakat.
3.    Dengan sudah dimakamkanya Penjual Angkringan Nur Iman Sabtu malam, terkesan Densus 88 Anti Teror menghilangkan barang bukti dan menguatkan dugaan bahwa Ia meninggal terkembak peluru polisi.

Untuk itu ISAC meminta :
1.    Kepada Komnas HAM untuk mengusut Kasus ini secara nyata dan sungguh sungguh serta menyeret ke Pengadilan HAM semua anggota Densus 88 Anti Teror yang terlibat dalam pembunuhan 2 laskar Islam dari Team Hisbah dan 1 warga setempat.
2.    Kepada Kapolri Jendral Timur Pradopo supaya mencabut label Teroris kepada yang bersangkutan karena pada dasarnya mereka terbukti tidak terkait dan tidak melakukan Teror apapun dan dimanapun kecuali hanya sebatas menjalankan perintah agama, beramar makruf nahi mungkar terhadap persoalan-persoalan penyakit masyarakat (PEKAT) di wilayah Surakarta.
3.    Kepada Kapolri Jendral Timur Pradopo untuk segera mengembalikan barang-barang milik Hendro Yunanto yang telah dikuasai secara tidak sah oleh Densus 88 Anti Teror.
4.     Kami menilai bahwa 2 anggota Laskar Islam yang meninggal dalam keadaan Khusnul Khotimah sebagai Mujahid.

Sumber