Emang bener kalo sabar itu susah banget. Menurut gwe pribadi, salah satu hal yang sulit untuk gwe laksanakan dengan konsisten dan ikhlas adalah sabar. Gerangan apakah yang menyebabkan emosional kita gampang meledak, susah dikendalikan, dan bahkan seolah sudah menjadi reflek ?

Itu yang perlu kita cari tahu. Apa sebabnya, bagaimana solusinya. Sabar bisa terjadi dalam 2 kondisi. Kondisi pertama sabar dimana posisi kita sebenarnya bisa/mampu untuk marah tapi kita tidak marah. Posisi kedua, sabar dimana posisi kita tidak mampu untuk marah atau boleh dibilang “terpaksa sabar”.

Sabar yang pertama, kita berada diposisi mampu. Baik dari kekuasaan, keberanian dan hak-hak kita lainnya. Sedangkan sabar yang kedua, kita sedang dalam posisi tertindas, lemah dan tidak berdaya dari sisi manapun. Seperti orang terjajah.

Sabar disini sering dikaitkan dengan kemampuan untuk menahan diri. Menahan diri dari apa itulah yang menjadi pertanyaan selanjutnya. Hal yang paling sering dikaitkan dengan sabar adalah marah. Ketika orang tidak sabar, yang keluar adalah amarah. Banyak pemicu amarah pada diri seseorang. Dalam penelitian secara medis, ditemukan adanya sebuah gen DNA tunggal yang dikenal dengan HTR2B. Gen inilah yang menyebabkan perilaku yang sangat impulsif. Gen mempengaruhi produksi serotonin di otak yang berefek pada banyak perilaku, termasuk impulsif.

Secara interaksi sosial pun kita juga kerap bersinggungan dengan banyak hal yang menyebabkan kita terpacu emosi dan amarahnya. Di keluarga, dengan tetangga, di jalan, di kantor dan dimanapun tempatnya.

Adanya kekecewaan terhadap seseorang atau terhadap situasi, adanya tindakan yang kita lihat, dengar atau kita rasakan yang itu berbeda atau melanggar dari norma dan keyakinan yang kita anut, pemaksaan kehendak dan perbuatan oleh orang lain, provokasi, dan masih banyak lagi hal yang bisa membuat kita marah.

nyambung next session..