Ormas dan mahasiswa Islam di Sumatera Utara (Sumut), saat demo di DPRDSU, Jumat (6/5) Pangdam I/BB Mayjen TNI Leo Siegers telah memicu konplik SARA, terkait tindakan pasukan TNI merubuhkan Masjid Al Iklas kompleks eks Hubdam I/BB Jalan Timor Medan.

Ratusan ummat Islam itu datang ke gedung dewan, usai sholat Jumat dan berorasi di pintu masuk gedung baru DPRDSU.

Sebelum demo di gedung dewan, ratusan ummat Islam sholat jumat di badan jalan Timor Medan. Langkah ini dilakukan, karena mesjid Al Iklas telah dihancurkan oleh pihak oknum TNI Kodam I/BB pada Kamis dini hari tanpa sebab yang jelas.

Dalam orasi dan pernyataan sikap disampaikan kordinator aksi Ustazd Ikhwan Indra, pendemo di gedung dewan menuding Pangdam I/BB tidak menghiraukan dan mengindahkan serta menghormati peraturan hukum negara dan agama serta seruan umat Islam.

“Pangdam justru memaksakan kehendaknya menghancurkan dan merubuhkan masjid, pada Rabu dinihari 4 Mei 2011 pukul 01.00 WIB”, kata pendemo.

Ratusan massa ummat Islam Sumut itu, membawa spanduk dan poster mengutuk tindakan Pangdam yang tega merubuhkan rumah Allah.

Karenanya, ummat Islam Sumut itu dalam pernyataan sikapnya antara lain mendesak Presiden SBY sebagai Panglima Tertinggi Angkatan Bersenjata RI dan Panglima TNI Laksamana TNI Agus Suhartono SE, untuk segera mencopot dengan tidak hormat Pangdam I/BB Mayjen TNI Leo Sieger dari jabatannya.

Pendemo menilai Pangdam telah terbukti melakukan pelanggaran HAM dan penistaan agama serta melakukan operasi militer secara liar, memecah belah umat Islam dan memicu konplik SARA di Sumut yang selama ini kondusif.

Meminta kepada Muspida plus Sumut untuk bertanggungjawab atas dihancurkannya Masjid Al Ikhlas, karena tidak melakukan upaya yang serius dan maksimal untuk mencegah Pangdam I/BB menghancurkan Masjid Al Ikhlas tersebut.

Meminta kepada Pemprovsu segera membangun kembali Masjid Al Ikhlas yang dihancurkan di lokasi semula yakni Eks Hubdam Jalan Timor Medan.

Apabila tuntutan ini tidak dilaksanakan dengan segera, maka Ormas dan mahasiswa Islam Sumut tidak bertanggungjawab bila terjadi kemarahan umat, konplik SARA dan konplik vertical-horizontal di Sumut sebagai akibat dari penghancuran Masjid Al Ikhlas tersebut.

Massa ummat Islam itu diterima Wakil Ketua DPRDSU Ir H Kamaluddin Harahap MSi, anggota Komisi A DPRDSU Ustazd Raudin Purba,Syamsul Hilal dan anggota Komisi E DPRDSU Ustazd Hosen Hutagalung SAg.

“Kita akan bicarakan hal ini dengan Bapak Panglima, kami mohon jangan terpancing tindakan anarkis. Tolong saudara-saudaraku dapat menahan diri dan tetap”, ujar Kamaluddin menenangkan massa yang berteriak-teriak melalui pengeras suara. ***

Sumber : http://www.inimedanbung.com