7 May 2011 2:08 pm
Nasional

Menteri Agama, Suryadharma Ali, menyesalkan pembongkaran paksa Masjid Al-Ikhlas Medan oleh Kodam I/BB untuk kepentingan tukar guling lahan Masjid tersebut dengan swasta.

Menag mengaku datang ke Medan, Sabtu 7 Mei 2011, guna mencari informasi akurat terkait perobohan Masjid tersebut dan juga mengenai status tanahnya.

“Saya baru dapat informasi tentang perobohan Masjid itu kemarin. Jadi, kunjungan kerja ke Medan sambil mencari tahu penyebab pembongkaran masjid kebanggaan warga kota Medan itu,” ujarnya.

“Bahkan yang paling penting lagi, apakah pihak yang merobohkan sudah membangun kembali di lokasi baru yang lebih representatif, kalau tidak ada Masjid pengganti yang representatif, saya sangat menyesalkan,” tegasnya.

Sementara itu, Ketua Majelis Ulama Indonesia (MUI) KH Amidhan, Sabtu 7 Mei 2011, menyatakan pemerintah harus turun tangan untuk mengatasi masalah penggusuran Masjid yang semakin sering terjadi.

Menurutnya, kasus seperti ini memiliki kekuatan sosial kultural yang tinggi sehingga jika tidak cepat diatasi dikhawatirkan akan terjadi perdebatan serius di kalangan umat Islam.“Pemerintah harus bijaksana menyikapi hal ini. Kasus seperti ini sangat sensitif dan rentan menyebabkan konflik,” ujarnya.

Amidan menambahkan,“Masjid pada dasarnya hanya tempat sujud, atau sejengkal tanah yang dijadikan tempat sujud, namun penggusuran tersebut harus dilihat dulu dari segi kepentingannya.”

Amidan menjelaskan, sebaiknya sebelum dilakukan penggusuran, terlebih dahulu harus direncanakan pembangunan atau bahkan sudah dibangun terlebih dahulu Masjid yang hendak dirobohkan sebagai penggantinya.

“Jika memang ingin menggusur, harus dibangun dulu gantinya. Jangan asal main gusur saja,” tegasnya.

Protes Jamaah Masjid

Sebelumnya ratusan jamaah Masjid Al-Ikhlas Medan melakukan rangkaian aksi protes dengan sholat di depan reruntuhan Masjid dan melanjutkan dengan aksi unjuk rasa di depan kantor DPRD Sumatera Utara, Jumat, 6 Mei 2011.

Walaupun hanya bersajadahkan koran bekas, ratusan jamaah tersebut tetap melaksanakan Sholat Jumat berjamaah di badan jalan yang berada di depan reruntuhan Masjid Al-Ikhas.

Usai shalat Jumat, mereka bergerak menuju ke kantor DPRD Sumut guna melakukan aksi damai. Dalam aksi tersebut nampak ratusan massa yang terdiri dari FUI Sumut, FUI Medan, Muhammadiyah, Alwashliyah, HTI, PBB, PPP dan tokoh-tokoh Islam Medan lainnya.

Di depan sejumlah anggota DPRD Sumut yang menerimanya, massa mendesak agar dewan ikut membela kepentingan umat Islam dalam mempertahankan keberadaan rumah ibadahnya.

Ratusan massa ini mengutuk tindakan yang diprakarsai oleh Pangdam I Bukit Barisan, Mayjen Leo Siegers, karena ketika pembongkaran berlangsung, beberapa jemaah yang sedang berada di dalam Masjid, ditertibkan secara paksa dan memboyong para jemaah tersebut, tanpa pemberitahuan sebelumnya.

“Padahal sesuai dengan Fatwa MUI (Majelis Ulama Islam -red) Sumatera Utara tahun 1982, Fatwa MUI Kota Medan tahun 2011, UU wakaf tahun 2004, dan Peraturan Pemerintah NO 42 tahun 2006, mengatakan intinya, bahwa masjid dan tanah wakaf yang diatasnya dibangun masjid, baik dilafadzkan ataupun tidak dilafadzkan hukumnya adalah wakaf dan tidak dapat dipindahkan, diperjualbelikan untuk kepentingan apapun, apalagi kalau hanya untuk kepentingan bisnis/kapitalisme, kecuali apabila untuk kepentingan yang dibenarkan oleh Syariat Islam,” sebut Nazir Mesjid Al Ikhlas, Bakti Sutarno dalam orasinya.

Massa juga mendesak Presiden Susilo Bambang Yudhoyono dan Panglima TNI Laksamana TNI Agus Suhartono untuk segera mencopot dengan tidak hormat Pangdam I/BB Mayjen TNI Leo Siegers dari jabatannya karena terbukti telah melakukan pelanggaran HAM dan penistaan agama.

Selain itu, Massa meminta Muspida Plus Sumatera Utara untuk bertanggungjawab atas dihancurkannya Masjid Al-Ikhlas karena tidak melakukan upaya yang serius dan maksimal untuk mencegah Pangdam I/BB yang menghancurkan Masjid Al-Ikhlas.

Massa juga meninta agar Pemerintah Sumatera Utara segera membangun kembali Masjid Al-Ikhlas yang dihancurkan ditempat semula.(si)

Sumber : http://www.fimadani.com