WASHINGTON (Berita SuaraMedia) – Di sepanjang tahun pertamanya sebagai presiden, latar belakang Presiden Amerika Serikat Barack Obama sudah banyak dipertanyakan dan diragukan.

Berbagai pertanyaan seperti benar tidaknya Obama warga Amerika, apakah ia Muslim, atau apakah ia adalah makhluk asing sering bermunculan.

Pertanyaan berikutnya yang muncul di internet adalah, benarkah Obama pernah dibedah otaknya?

Bekas luka yang tampak di kepala Presiden Barack Obama memantik lahirnya banyak dugaan, khususnya dugaan yang jahat, dari para blogger di Amerika Serikat.

Sejumlah teoretikus konspirasi menyebutkan bahwa garis yang tampak dari atas kepala hingga ke belakang telinga kanan Obama membuktikan bahwa Obama pernah dibedah otaknya.

Mereka menduga bahwa penyebabnya bisa apa saja, mulai dari prosedur rutin hingga hasil perbuatan makhluk asing. Berbagai foto kepala Obama yang diperbesar muncul di sejumlah blog sayap kanan dan dinyatakan sebagai “bukti.”

Para pendukung teori mengklaim bekas luka itu sama seperti yang terlihat pada seseorang yang pernah dibedah otaknya.

Tapi, tanpa adanya catatan medis (berikut catatan sekolah dan akta kelahiran Obama), maka tampaknya tidak ada satu pun yang bisa memberikan jawaban terhadap misteri bekas luka itu.

“Obama sudah nyaris menyelesaikan masa jabatan pertamanya, tapi kita masih belum tahu apa-apa tentang latar belakang Presiden Amerika Serikat,” tulis Ben Hart dalam diskusi di forum konservatif, EscapeTyranny.com sebagaimana dikutip Daily Mail.

“Apa pun yang terjadi hingga tercipta bekas luka itu, pastinya itu serius. Apakah (bekas luka itu) akibat operasi otak? Apa hal itu memengaruhi jalan pikirannya? Benarkan dia (Obama) adalah alien dari planet lain?” tambah Hart.

“Tidak ada yang boleh melihat akta kelahirannya. Dia adalah seseorang yang penuh misteri, sebuah hal yang semakin menambahkan intrik mengenai apa bekas luka itu sebenarnya,” tulisnya.

Hart juga menyebutkan bahwa hasil bedah otak mungkin bisa menjelaskan mengapa sang presiden bisa banyak berbicara tanpa membaca teks di teleprompter. Selain itu, ia juga mem-posting sebuah rekaman video Obama yang kesulitan saat berpidato, mengulangi kata-katanya dan sempat kehilangan kata-kata di tengah kalimat.

Spekulasi mengenai berbagai aspek yang berbeda dari kehidupan Obama awalnya mendapatkan momentum saat muncul pertanyaan terkait kebenaran lokasi kelahiran Obama. Banyak pihak menyatakan bahwa Obama dilahirkan di Kenya, bukan di Hawaii, seperti klaim Obama.

Jutaan dolar diduga telah dikucurkan untuk memastikan bahwa rahasia itu tetap tersimpan, bahkan gubernur Hawaii sekalipun tidak diperbolehkan mengaksesnya.

Selain perihal kelahiran, yang juga dipertanyakan adalah catatan kesehatan Obama.

Gedung Putih membantah dugaan-dugaan itu dan menyebutnya “konyol.”

Banyak ahli bedah saraf mengatakan bahwa mereka “tidak pada tempatnya” untuk memberikan komentar terkait benar tidaknya bekas luka di kepala Obama merupakan tanda bekas operasi otak.

Sementara sejumlah pihak lain menyebut tanda itu muncul karena kesalahan potongan rambut atau bahkan tanda lahir. Tapi, banyak yang setuju bahwa bekas luka itu mirip dengan bekas luka setelah operasi pembedahan otak besar-besaran.

Tanpa adanya catatan kelahiran atau pengakuan dari Gedung Putih, publik mungkin tidak akan pernah tahu jawaban dari pertanyaan itu, sama seperti isi sesungguhnya dari akta kelahiran Obama. (dn/nk/dm) www.suaramedia.com