Lanjutan dari Bag.4

Syarat kedua : IKRAR
Setelah orang mengetahui hakekat makna laa ilaaha illallah seperti telah di terangkan, maka selanjutnya dia wajib mengikrarkan dengan lisan tidak cukup hanya diyakini dalam hati.

Allah berfirman :
Katakanlah (hai orang-orang mukmin): “Kami beriman kepada Allah dan apa yang diturunkan kepada Kami, dan apa yang diturunkan kepada Ibrahim, Isma’il, Ishaq, Ya’qub dan anak cucunya, dan apa yang diberikan kepada Musa dan Isa serta apa yang diberikan kepada nabi-nabi dari Tuhannya. Kami tidak membeda-bedakan seorangpun diantara mereka dan Kami hanya tunduk patuh kepada-Nya”. (Q.S Al-Baqarah : 136).

Abu Tholib adalah beriman dan yakin bahwa yang diajarkan Muhammad adalah benar, tapi hanya dia yakini dalam hati tidak mau mengikrarkan dengan lisan, maka dia tetap di hukumi kafir. Maka setiap orang kafir yang masuk Islam harus melafadzkan dua kalimat syahadat. Tetapi anak-anak orang muslim ketika sudah dewasa dia tidak di wajibkan melafadzkan dua kalimat syahadat karena dia lahir di atas fitrah (tauhid).

Syarat ketiga :YAKIN.
Orang yang beriman kepada laa ilaaha illallah wajib mendasari imannya dengan keyakinan tidak boleh ragu sedikitpun. Ia wajib yakin bahwa ilah dan rob itu hanya Allah dan yakin bahwa hukum Allah adalah hukum yang paling benar, paling modern, paling sesuai, untuk mengatur kehidupan dan sesuai untuk setiap bangsa dan zaman, tidak memerlukan amandemen.

Allah berfirman :
Sesungguhnya orang-orang yang beriman itu hanyalah orang-orang yang percaya (beriman) kepada Allah dan Rasul-Nya, kemudian mereka tidak ragu-ragu dan mereka berjuang (berjihad) dengan harta dan jiwa mereka pada jalan Allah. mereka Itulah orang-orang yang benar. (Q.S Al-Hujuraat : 15)

Syarat ke empat : JUJUR. Artinya tidak ada sikap nifak. Apa yang diikrarkan oleh lisannya sesuai dengan yang diimani dan diyakini dalam hati, tidak seperti orang munafiq, ucapan dan keyakinan hatinya bertentangan.

Allah berfirman :
Apabila orang-orang munafik datang kepadamu, mereka berkata: “Kami mengakui, bahwa Sesungguhnya kamu benar-benar Rasul Allah”. dan Allah mengetahui bahwa Sesungguhnya kamu benar-benar Rasul-Nya; dan Allah mengetahui bahwa Sesungguhnya orang-orang munafik itu benar-benar orang pendusta. (Q.S Al Munafiqun : 1)

Rasulullah bersabda :
“siapa yang meninggal dunia, sedang dia bersaksi laa ilaaha illallah dengan penuh kejujuran dari hatinya, maka dia masuk surga”. (HR. Ahmad dari Muadz r.a)

Syarat ke lima : MENCINTAI.
Orang yang beriman kepada laa ilaaha illallah wajib paling mencintai Allah, rasulNya, Syare’atNya, sunnah nabiNya, dan jihad untuk membela agamanya.

Allah  berfirman :
Dan diantara manusia ada orang-orang yang menyembah tandingan-tandingan selain Allah; mereka mencintainya sebagaimana mereka mencintai Allah. Adapun orang-orang yang beriman Amat sangat cintanya kepada Allah. dan jika seandainya orang-orang yang berbuat zalim itu mengetahui ketika mereka melihat siksa (pada hari kiamat), bahwa kekuatan itu kepunyaan Allah semuanya, dan bahwa Allah Amat berat siksaan-Nya (niscaya mereka menyesal). (Q.S Al-Baqarah : 165)

Dan Firmannya lagi :
Katakanlah: “Jika bapa-bapa , anak-anak , saudara-saudara, isteri-isteri, kaum keluargamu, harta kekayaan yang kamu usahakan, perniagaan yang kamu khawatiri kerugiannya, dan tempat tinggal yang kamu sukai, adalah lebih kamu cintai dari Allah dan RasulNya dan dari berjihad di jalanNya, Maka tunggulah sampai Allah mendatangkan keputusan NYA”. dan Allah tidak memberi petunjuk kepada orang-orang yang fasik. (Q.S At-Taubah : 24)

Dalam surat At-Taubah ayat 24 dijelaskan bahwa ciri orang yang beriman kepada laa illaha illallah adalah antara lain ia mencintai jihad untuk membela Islam di atas yang lain, maka ia sanggup mengorbankan apa saja termasuk nyawanya untuk memenuhi panggilan jihad, ini  merupakan bukti kebenaran imannya. Dalam surat Al-Hujurat ayat 15 Allah menerangkan bahwa mukmin yang benar itu cirinya :
1) Imannya kepada Allah dan rosulNya benar-benar mantap tidak ada keraguan sedikitpun,
2) hidupnya di isi berjihad dengan siap mengorbankan harta dan nyawanya.

Allah berfirman :
Sesungguhnya orang-orang yang beriman itu hanyalah orang-orang yang percaya (beriman) kepada Allah dan Rasul-Nya, kemudian mereka tidak ragu-ragu dan mereka berjuang (berjihad) dengan harta dan jiwa mereka pada jalan Allah. mereka Itulah orang-orang yang benar. (Q.S Al-Hujurat : 15).

Wahai hamba-hamba Allah yang diberi amanat mengatur negeri ini yang mengaku beriman, sudahkah syarat ini anda penuhi ? Sudahkah anda lebih mencintai jihad di atas yang lain ? Hati-hati jangan sampai anda ditipu orang kafir sehingga anda diajak memerangi mujahid dengan dalih memerangi teroris sehingga masuk neraka gara-gara amalan ini. Orang-orang kafir mengajak anda mematikan jihad untuk menghancurkan Islam, sadarilah karena tipuan orang-orang kafir sehingga anda membunuh mujahid dan memenjarakan mereka. Bertobatlah sebelum ajal

Syarat ke enam : TUNDUK DAN MENERIMA/PATUH DENGAN HUKUM ALLOH.
Orang yang beriman kepada laa ilaaha illallah wajib bersedia dengan lapang dada menerima dan patuh secara mutlak kepada hukum Allah tidak ada tawar menawar. Allah l berfirman :

Sesungguhnya jawaban orang-orang mukmin, bila mereka dipanggil kepada Allah dan Rasul-Nya agar Rasul menghukum (mengadili) di antara mereka ialah ucapan. “Kami mendengar, dan Kami patuh”. dan mereka Itulah orang-orang yang beruntung. (Q.S  An-Nur : 51)

Hakimnya mukmin adalah Rosul dan hakim yang memutuskan perkara dengan hukum Allah atau hukum yang tidak bertentangan dengan hukum Allah. Ini diterangkan dalam firmannya :

Maka demi Tuhanmu, mereka (pada hakekatnya) tidak beriman hingga mereka menjadikan kamu hakim terhadap perkara yang mereka perselisihkan, kemudian mereka tidak merasa dalam hati mereka sesuatu keberatan terhadap putusan yang kamu berikan, dan mereka menerima dengan sepenuhnya. (Q.S An-Nisaa’ : 65)

Kalau Allah dan RasulNya sudah menetapkan hukum dia tidak memilih lainnya. Maksudnya hukum Allah yang ada diterapkan kapan saja dan dimana saja

Allah berfirman :

Dan tidaklah patut bagi laki-laki yang mukmin dan tidak (pula) bagi perempuan yang mukmin, apabila Allah dan Rasul-Nya telah menetapkan suatu ketetapan, akan ada bagi mereka pilihan (yang lain) tentang urusan mereka. dan Barang siapa mendurhakai Allah dan Rasul-Nya Maka sungguhlah Dia telah sesat, sesat yang nyata.(Al Ahzab :36)

Orang yang menolak mentaati hukum Allah oleh Allah di sifati takabbur/sombong ini sifatnya orang-orang jahiliyah dan sifat iblis.

Allah berfirman :
Sesungguhnya mereka dahulu apabila dikatakan kepada mereka: “Laa ilaaha illallah” (Tiada Tuhan yang berhak disembah melainkan Allah) mereka menyombongkan diri. (Q.S Ash-Shofaat : 35)

Allah berfirman: “Hai iblis, Apakah yang menghalangi kamu sujud kepada yang telah Ku-ciptakan dengan kedua tangan-Ku. Apakah kamu menyombongkan diri ataukah kamu (merasa) Termasuk orang-orang yang (lebih) tinggi?”. (Q.S Shaad : 75)

Syarat ke tujuh : IKHLAS

Imannya kepada laa ilaaha illallah semata-mata untuk cari ridhonya. Allah l berfirman :

Padahal mereka tidak disuruh kecuali supaya menyembah Allah dengan memurnikan ketaatan kepada-Nya dalam (menjalankan) agama yang lurus, dan supaya mereka mendirikan shalat dan menunaikan zakat; dan yang demikian Itulah agama yang lurus.
( Al Bayyinah : 5)

Wahai para pejabat bila anda beriman kepada laa ilaaha illallah niatnya harus ikhlas jangan untuk cari simpati ummat Islam untuk jabatan.

Syarat Ke delapan : KAFIR KEPADA THOGUT DAN BERIMAN KEPADA ALLOH.

Syarat ini berdasarkan firman Allah:
Tidak ada paksaan untuk (memasuki) agama (Islam); Sesungguhnya telah jelas jalan yang benar daripada jalan yang sesat. karena itu Barangsiapa yang ingkar kepada Thaghut dan beriman kepada Allah, Maka Sesungguhnya ia telah berpegang kepada buhul tali yang Amat kuat yang tidak akan putus. dan Allah Maha mendengar lagi Maha mengetahui. (Q.S Al-Baqarah : 256)

Iman kepada laa ilaaha illallah tidak sah kalau tidak kafir kepada toghut. Karena toghut adalah musuh Allah yang kerjanya merusak iman dan tauhid dan berusaha menegakkan kekafiran dan kemusyrikan.

Wahai para pejabat Negara, tauhid anda tidak ada gunanya kalau anda tidak tegas mengingkari toghut, apalagi kalau anda sendiri masih termasuk barisan toghut, karena anda masih mengurus Negara dengan hukum jahiliah menolak hukum Allah. Oleh karena itu bersegeralah tobat sebelum kematian menjemput anda. Bersegeralah melangkah mengatur Negara ini dengan hukum Islam jangan takut kepada manusia takutlah hanya kepada Allah nasib anda sekalian 100% ditangan Allah, supaya anda terlepas dari barisan toghut yang menjerumuskan rakyat kepada kegelapan (syirik), yang akhirnya kekal di neraka.

Allah berfirman :
Allah pelindung orang-orang yang beriman; Dia mengeluarkan mereka dari kegelapan (kekafiran) kepada cahaya (iman). dan orang-orang yang kafir, pelindung-pelindungnya ialah syaitan, yang mengeluarkan mereka daripada cahaya kepada kegelapan (kekafiran). mereka itu adalah penghuni neraka; mereka kekal di dalamnya.(Al Baqaroh : 257)

Lanjut bag.6