Bagaimana sebenarnya pengertian agama. Apa fungsi dan peranannya dalam kehidupan kita. Sudah benarkah penafsiran kita terhadap apa itu agama ?

 Sebelum melangkah jauh, perlu kita ketahui terlebih dalulu definisi dari agama. Hasil googling merujuk pada sebuah blog ( http://blog.bangjo.com/?p=62) yang memuat beberapa definisi agama :

 Dalam bahasa Sansekerta

    1. Kata “agama” berasal dari bahasa Sansekerta yang berarti “tradisi”.

    2. Dalam bahasa Sansekerta artinya tidak bergerak (Arthut Mac Donnell).

    3. Agama itu kata bahasa Sansekerta (yaitu bahasa agama Brahma pertama yang berkitab Veda) ialah peraturan menurut konsep Veda (Dr. Muhammad Ghalib).

  1. Dalam bahasa Latin

    1. Agama itu hubungan antara manusia dengan manusia super (Servius)

    2. Agama itu pengakuan dan pemuliaan kepada Tuhan (J. Kramers Jz)

  2. Dalam bahasa Eropa

    1. Agama itu sesuatu yang tidak dapat dicapai hanya dengan tenaga akal dan pendidikan saja (Mc. Muller dan Herbert Spencer).

    2. Agama itu kepercayaan kepada adanya kekuasan mengatur yang bersifat luar biasa, yang pencipta dan pengendali dunia, serta yang telah memberikan kodrat ruhani kepada manusia yang berkelanjutan sampai sesudah manusia mati (A.S. Hornby, E.V Gatenby dan Wakefield)

  3. Dalam bahasa Indonesia

    1. Agama itu hubungan manusia Yang Maha Suci yang dinyatakan dalam bentuk suci pula dan sikap hidup berdasarkan doktrin tertentu (Drs. Sidi Gazalba).

    2. Agama adalah sistem atau prinsip kepercayaan kepada Tuhan, atau juga disebut dengan nama Dewa atau nama lainnya dengan ajaran kebhaktian dan kewajiban-kewajiban yang bertalian dengan kepercayaan tersebut (Kamus Besar Bahasa Indonesia, 1997)

  4. Dalam bahasa Arab

    1. Agama dalam bahasa arab ialah din, yang artinya :

      • taat

      • takut dan setia

      • paksaan

      • tekanan

      • penghambaan

      • perendahan diri

      • pemerintahan

      • kekuasaan

      • siasat

      • balasan

      • adat

      • pengalaman hidup

      • perhitungan amal

      • hujan yang tidak tetap turunnya

      • dll

    2. Sinonim kata din dalam bahasa arab ialah milah. Bedanya, milah lebih memberikan titik berat pada ketetapan, aturan, hukum, tata tertib, atau doktrin dari din itu.

Dari beberapa definisi diatas, saya coba ambil secara sederhana bahwa agama itu adalah sebuah keyakinan akan adanya “sesuatu” yang tingkatannya lebih dari manusia yang berperan pada berlangsungnya kehidupan kita.

Ada yang menafsirkan “sesuatu” itu sebagai wujud yang ada (exsist) entah itu secara fisik ataupun non fisik (mental). Ada juga yang menafsirkan “sesuatu” itu adalah hasil dari ekspektasi, khayalan, impian akan hal yang lebih yang bisa memberikan apa-apa yang tidak bisa diraihnya. “ Sesuatu” tersebut hanyalah ciptaan, rekaan dari imajinasi tingkat tinggi manusia itu sendiri. Yang diciptakan dan dipersepsikan sedemikian hingga, untuk mengisi kekosongan dan kekurangan yang cenderung muncul pada sisi spiritualnya.

 Berdasar definisi yang kedua tadi, munculah sebuah ide tentang “ketuhanan” dengan memiliki sifat yang sempurna hasil dari curahan pikiran dan imajinasi manusia yang melihat banyak ketidaksempurnaan diantara sesamanya. Hal-hal baik dan hal-hal yang seharusnya, terakumulasi membentuk “sosok”/”sesuatu” yang kemudian mereka yakini sebagai tuhan.

 Jadi, cenderung kepercayaan/keyakinan tersebut bersifat mental. Dan bukan bersifat kebendaan. Benda maupun artefak-artefak yang ada, hanya sebagai representasi/perwakilan/media bagi keyakinan itu untuk bisa lebih dirasakan (di manusiakan)..

 

Cape ni nulis-nulis rada seurius. Tar lagi lah nyambung…