Intellectual Capital (Secara Sederhana)

Definisi menurut wiki

Intellectual capital

Intellectual capital is the difference in value between tangible assets and market value. This contrasts with physical and financial forms of capital; all three make up the value of an enterprise. Wikipedia

Disini ada 2 istilah :

  • Tangible Assets : Aset yang terlihat/berwujud secara fisik
  • Market Value : Nilai/kapitalisasi pasar

Intellectual Capital oleh Leif Edvinsson (1996),filosofi yg disampaikan pengarang buku tsb sbb:

Market Value = Intellectual Capital + Financial Capital (Book Value)
Market Value bisa dihitung dari Kapitalisasi Pasar (jumlah saham yg beredar x harga saham)
Lebih lanjut:
Intellectual capital = Human Capital + Structural Capital
Structural Capital = Customer Capital + Organizational Capital
Organizational Capital = Innovation Capital + Process Capital
Jadi:
Intellectual Capital = Human Capital + Customer Capital + Innovation Capital + Process Capital, dan
Market Value = Financial Capital + Human Capital + Customer Capital + Innovation Capital + Process Capital
Terlihat disini peran strategis HRM karena Market Value tidak hanya ditentukan oleh Financial Capital saja tapi juga ditentukan oleh seberapa bagus HRM mengelola Human Capital, Customer Capital, Innovation Capital dan Process Capital
Mengikuti persamaan Neraca bahwa Capital ada disisi Pasiva (kewajiban), maka menjadi kewajiban dari perusahaan untuk selalu meningkatkan Human Capital, Customer Capital, Innovation Capital dan Process Capital. Jika perusahaan menjalankan kewajibannya dengan baik, maka harga saham akan meningkat, dgn kata lain Market Value akan meningkat

Menggabung Kata (Cell) dengan Fungsi CONCENATE

RUMUS DASAR : = Concatenate(cell1,cell2,cell3,….)

Isi Cell akan tergabung menjadi satu tanpa ada spasi/jarak antar isi cell sebelumnya

Untuk memberikan jarak/spasi atau pemisah antar isi cell yang digabung, kita bisa gunakan rumus :

Penggabungan dengan spasi :

=CONCATENATE(B1,” “,C1)

 

Penggabungan dengan tanda ():

=CONCATENATE(B1,” – “,C1)

 

Penggabungan dengan tanda (,) :

=CONCATENATE(B1,” , “,C1)

Sejarah LDII

Pendiri LDII

Pengasas dan pemimpin tertinggi pertamanya adalah Madigol Kadzdzab. Nama kebesaran dalam aliran kelompoknya adalah Al-Imam Nurhasan Ubaidah Lubis Amir. Dan nama kecilnya ialah Madekal/Madigol atau Muhammad Medigol, asli primbumi Jawa Timur. Ayahnya bernama Abdul Azis bin Thahir bin Irsyad. Lahir di Desa Bangi, Kec. Purwoasari, Kab. Kediri Jawa Timur, Indonesia pada tahun 1915 M (Tahun 1908 menurut versi Mundzir Thahir, keponakannya).

Asal Munculnya LDII

Faham yang dianut oleh LDII tidak berbeda dengan aliran Islam Jama’ah/Darul Hadits yang telah dilarang oleh Jaksa Agung Republik Indonesia pada tahun 1971 (SK Jaksa Agung RI No. Kep-089/D.A/10/1971 tanggal 29 Oktober 1971). Keberadaan LDII mempunyai akar kesejarahan dengan Darul Hadits/Islam Jama’ah yang didirikan pada tahun 1951 oleh Nurhasan Al Ubaidah Lubis (Madigol). Setelah aliran tersebut dilarang tahun 1971, kemudian berganti nama dengan Lembaga Karyawan Islam (LEMKARI) pada tahun 1972 (tanggal 13 Januari 1972). Namun dengan adanya UU No. 8 tahun 1985, LEMKARI sebagai singkatan Lembaga Karyawan Islam sesuai MUBES II tahun 1981 ganti nama dengan Lembaga Karyawan Dakwah Islam yang disingkat juga LEMKARI (1981). Pengikut aliran tersebut pada pemilu 1971 mendukung GOLKAR, kemudian LEMKARI berafiliasi ke GOLKAR Dan kemudian berganti nama lagi sesuai keputusan konggres/muktamar LEMKARI tahun 1990 dengan nama Lembaga Dakwah Islam Indonesia (LDII). Perubahan nama tersebut dengan maksud menghilangkan citra lama LEMKARI yang tidak baik di mata masyarakat. Disamping itu agar tidak jumbuh dengan nama singkatan dari Lembaga Karatedo Indonesia.

Kota atau daerah asal mula munculnya Islam Jama’ah/Lemkari atau sekarang disebut LDII (Lembaga Dakwah Islamiyah Indonesia) adalah:

Desa Burengan Banjaran, di tengah-tengah kota Kediri, Jawa Timur.
Desa Gadingmangu, Kec. Perak, Kab. Jombang, Jawa Timur.
Desa Pelem di tengah-tengah kota Kertosono, Kab. Nganjuk, Jawa Timur.

Tahap-tahap Pengembangan

–Sekitar tahun 1940-an sepulang Al-Imam Nurhasan Ubaidah Lubis Amir (Madigol) dari mukimnya selama 10 tahun di Makkah, saat itulah masa awal dia menyampaikan ilmu hadits manqulnya, juga mengajarkan ilmu bela diri pencak silat kanuragan serta qiroat. Selain itu juga ia biasa melakukan kawin cerai, terutama mengincar janda-janda kaya. Kebiasaan itu benar-benar ia tekuni hingga ia mati (1982 M). Kebiasaan lainnya adalah mengkafir-kafirkan dan mencaci maki para kiyai/ulama yang diluar aliran kelompoknya dengan cacian dan makian sumpah serapah yang keji dan kotor. Dia sering menyebut-nyebut ulama yang kita kaum Suni muliakan yaitu Prof. Dr. Buya Hamka dan Imam Ghozali dengan sebutan (maaf, pen) Prof. Dr. Buaya Hamqo dan Imam Gronzali. Juga dia sangat hobi membakar kitab-kitab kuning pegangan para kiyai/ulama NU kebanyakan dengan membakarnya di depan para murid-murid dan pengikutnya.

–Masa membangun Asrama Pengajian Darul Hadits berikut

pesantren-pesantrennya di Jombang, Kedir, dan di Jl. Petojo Sabangan Jakarta sampai dengan masa Nurhasan Ubaidah Lubis Amir (Madigol) bertemu dan mendapat konsep asal doktri imamah dan jama’ah (yaitu : Bai’at, Amir, Jama’ah, Taat) dari seorang Jama’atul Muslimin Hizbullah, yaitu Wali al-Fatah, yang dibai’at pada tahun 1953 di Jakarta oleh para jama’ah termasuk sang Madigol sendiri. Pada waktu itu Wali al-Fatah adalah kepala biro politik Kementrian Dalam Negeri RI (jaman Bung Karno).

–Masa pendalaman manqul Qur’an Hadits, tentang konsep Bai’at, Amir, Jama’ah dan Ta’at, itu sampai tahun 1960. Yaitu ketika ratusan jama’ah pengajian Asrama manqul Qur’an Hadits di Desa Gadingmangu menangis meminta Nurhasan Ubaidah Lubis Amir (Madigol)mau dibai’at dan ditetapkan menjadi imam/amir mu’minin alirannya. Mereka semuanya menyatakan sanggup taat dengan dikuatkan masing-masing berjabat tangan dengan Madigol sambil mengucapkan Syahadat, shalawat dan kata-kata sakti ucapan bai’atnya masing-masing antara lain : “Sami’na wa atho’na Mastatho ‘na” sebagai pernyataan sumpah untuk tetap setia menetapi program 5 bab atau “Sistem 3 5 4.” Belakangan yang menjadi petugas utama untuk mendoktrin, menggiring dan menjebak sebanyak-banyaknya orang mau berbai’at kepada dia adalah Bambang Irawan Hafiluddin yang sejak itu menjadi Antek Besar sang Madigol. Namun Alhamdulillah Bambang Irawan Hafiluddin dengan petunjuk, taufik dari Allah SWT, kini telah keluar dari aliran ini dan mengungkap rahasia LDII itu sendiri.

–Masa bergabungnya si Bambang Irawan Hafiluddin (yang diikuti juga oleh Drs. Nur Hasyim, Raden Eddy Masiadi, Notaris Mudiyomo dan Hasyim Rifa’i) sampai dengan masa pembinaan aktif oleh mendiang Jenderal Soedjono Hoermardani dan Jenderal Ali Moertopo berikut para perwira OPSUSnya yaitu masa pembinaan dengan naungan surat sakti BAPILU SEKBER GOLKAR: SK No. KEP. 2707/BAPILO/SBK/1971 dan radiogram PANGKOPKAMTIB No. TR 105/KOPKAM/III/1971 atau masa LEMKARI sampai dengan saat LEMKARI dibekukan di seluruh Jawa Timur oleh pihak penguasa di Jawa Timur atas desakan keras MUI (Majelis Ulama Indonesia) Jatim di bawah pimpinan KH. Misbach.

—Masa LEMKARI diganti nama oleh Jenderal Rudini (Mendagri 1990/1991 menjadi LDII (Lembaga Dakwah Islamiyah Indonesia) yaitu masa mabuk kemenangan, karena merasa berhasil Go-Internasional, masa sukses besar setelah Madigol berhasil menembus Singapura, Malaysia, Saudi Arabia (bahkan kota suci Makkah) kemudian menembus Amerika Serikat dan Eropa, bahkan sekarang Australia dengan siasat Taqiyyahnya: Fathonah, Bithonah, Budiluhur Luhuringbudi, yang lebih-lebih tega hati dan canggih.

Tokoh-tokoh Pendukung

Tokoh-tokoh pendukung yang ikut membesarkannya

1.Di atas puncak tertinggi sebagai penguasa atau imam adalah imam amirul mu’mini. Sejak wafatnya Nurhasan Ubaidah Lubis Amir (Madigol), tahta itu dijabat langsung oleh anaknya yaitu Abdul Dhohir bin Madigol didampingi adik-adik kandungnya: Abdul Aziz, Abdus Salam, Muhammad Daud, Sumaida’u (serta suaminya yaitu Muhammad Yusuf sebagai bendahara) dan si bungsu Abdullah. Sang amir dijaga dan dikawal oleh semacam paswal pres yang diberi nama Paku Bumi.
2.Empat wakil terdiri dari empat tokoh kerajaan yaitu Ahmad Sholeh, Carik Affandi, Su’udi Ridwan dan Drs. M Nurzain (setelah meninggal diganti dengan Nurdin).
3.Wakil amir daerah.
4.Wakil amir desa.
5.Wakil amir kelompok.
6.Di samping itu ada wakil amir khusus ABRI (TNI/POLRI sekarang), yaitu jama’ah ABRI, RPKAD, BRIMOB, PGT AURI, MARINIR, KOSTRAD, dan lain-lain) dan wakil khusus muhajirin, juga ada tim empat serangkai yang terdiri dari para wakil amir, para aghniya’ (orang-orang kaya), para pengurus organisasi (LDII/Pramuka/CAI/dan lain-lain) serta para mubaligh.

Semua itu digerakkan dengan disiplin dan mobilitas komando “Sistem Struktur Kerajaan 354″ menjadi kekuatan manqul, berupa: “Bai’at, Amir, Jama’ah, Ta’at” yang selalu ditutup rapat-rapat dengan system: “Taqiyyah, Fathonah, Bithonah, Budi luhur Luhuring Budi karena Allah.” Pengembangan dan perluasan daerah kekuasaan LDII telah meliputi daerah-daerah propinsi di seluruh wilayah Indonesia bahkan sudah merambah ke luar negeri seperti: Australia, Amerika Serikat, Eropa, Singapura, Malaysia, Arab Saudi. lebih dari itu mereka sudah memiliki istana dan markas besar di kota Suci Makkah yang berfungsi sebagai pusat kegiatan dakwah terutama pada musim haji dan umrah sekaligus sebagai tempat mengulang dan mengukuhkan sumpah bai’at para jama’ahnya. Setiap tahunnya mereka selalu berkumpul yakni beribu-ribu jamaah LDII dari seluruh penjuru dunia termasuk para TKI/TKW yang melaksanakan haji dan umrah bersama sang amir. Adapun markas besar LDII tersebut: yang satu di kawasan Ja’fariyyah di belakang makam Ummul Mu’minin Siti Khodijah R.A. dan di kawasan Khut Aziziyyah Makkah di dekat Mina.

Sumber : http://hidayatulhaq.wordpress.com

Munarman Siram Muka ‘Si Ateis’ Tamrin Amal Tamagola

JAKARTA (voa-islam.com) – Ketua DPP FPI Bidang Nahi Munkar, H. Munarman, SH menyiram sosiolog UI Tamrin Amal Tomagola, dengan air minum dalam acara Apa Kabar Pagi Indonesia TV One, Jumat 28 Juni 2013 lantaran sikap Tamrin yang arogan, selalu memotong pembicaraan dan tak sesuai etika dialog.

Menyikapi hal tersebut, Ketua Umum FPI, Habib Muhammad Rizieq Syihab justru memuji sikap tegas Munarman. Thamrin Amal Tamagola pantas untuk mendapatkan siraman karena selalu mendiskreditkan umat Islam.

“Bagus! Thamrin Tomagola memang layak mendptkan siraman itu! Kerena, sejak Awal Th. 2000 ia selalu menyalahkan muslim Ambon dalam Kasus Pembantaian Umat Islam di Ambon Th.1999. Begitu juga pada kasus pembantaian Umat Islam di Poso sepanjang kasus Th.1998 s/d 2000. Padahal semua orang tahu bahwa ekstrim kristen yang memulai pembantaian Umat Islam di Ambon dan Poso,” ungkap Habib Rizieq melalui pesan singkat yang beredar dan diterima redaksi voa-islam.com, Jum’at (28/6/2013).

Cost of Equity

Cost of equity merupakan tingkat pengembalian yang diharapkan oleh para investor terhadap dana yang mereka investasikan di perusahaan tersebut.

Cost of equity ini digunakan dalam perhitungan WAI (Wealth Added Index) dan RWA (Relative Wealth Added) yang yang diperkenalkan oleh Joel M. Stern dan G. Bennett Stewart

WAI adalah indeks pertambahan kekayaan yang dapat diberikan oleh suatu emiten
bagi shareholder atau investor.

“A measure of the wealth created for the shareholders of a publicly-traded company. Unlike most such measures, it does not account for profits or dividends; rather, the WAI assumes that wealth is created only if the return for the shareholders is greater than the cost of equity. Cost of equity is the return investors demand in exchange for taking on risk; the WAI holds that if the return does not exceed this, then shareholders are not receiving what they demand and are effectively destroying their own wealth by maintaining a position in the company.”

WAI > 0 menciptakan kekayaan
Ini terjadi bila total shareholder return (TSR) > cost of equity (CoE)

WAI < 0 menghancurkan kekayaan
Ini terjadi bila TSR < CoE

RWA adalah pertambahan kekayaan relatif shareholder dan investor yang dapat diberikan oleh emiten dibanding emiten lain dalam satu sektor.

Baik WAI maupun RWA digunakan untuk mengukur kinerja perusahaan. Keduanya dapat
memeringkat emiten sehingga membantu investor dalam mengambil keputusan.

Suspensi Mobil

Salah satu komponen terpenting di suspensi mobil adalah shock absorber. Seperti halnya suku cadang mobil lainnya, ketika peredam kejut rusak, tersedia pilihan komponen pengganti di pasar. Baik yang orisinal maupun aftermarket. Beberapa merek produk aftermarket yang dijual saat ini antara lain Kayaba, Monroe, Bilstein dan Koni.

Namun tak seperti suku cadang lain, peredam kejut aftermarket tidak selalu lebih murah dari orisinal. Bahkan umumnya lebih mahal dari komponen orisinal, tapi ada juga yang lebih murah walau selisihnya tidak terlalu signifikan.

Di lain sisi, sokbreker aftermarket juga tidak selalu lebih jelek. Seperti pada mobil Jepang yang umumnya menggunakan peredam kejut Original Equipment Manufacturer (OEM) buatan Kayaba. Selain membuat komponen pengganti pesanan ATPM, Kayaba juga melepas produk aftermarket-nya ke pasar.

Peredam kejut aftermarket ini biasanya memiliki beberapa jenis produk untuk satu jenis mobil. Masing-masing jenis memiliki karakter berbeda. Ada yang keras dan empuk. Nah, masalah keras dan empuk ini bisa disesuaikan dengan keinginan dan selera Anda.

Peredam kejut yang keras akan menambah kestabilan dan manuver tapi mengurangi kenyamanan berkendara. Sebaliknya yang empuk memang memberi kenyamanan di jalan rusak, tapi mobil jadi kurang stabil khususnya saat melibas tikungan.

Nah, untuk memilihnya, sebaiknya Anda juga mengetahui jenis-jenis peredam kejut.

Jenis-jenis peredam kejut
Peredam kejut dapat dibedakan dari daya redaman yang dihasilkan dan jenis media pengisinya. Kedua hal inilah yang menentukan karakter peredam kejut.

Dari gaya redaman yang dihasilkan, peredam kejut dibedakan menjadi:

– Single action

Pada tipe ini, gaya redam hanya ada pada langkah memanjang (rebound stroke) yang terjadi saat roda melewati lubang. Peredam kejut ini terasa lebih empuk ketika melewati polisi tidur atau gundukan. Tapi di jalan menikung yang bergelombang cenderung kurang stabil.

– Double action

Gaya redam terjadi pada langkah memanjang dan langkah memendek (compression stroke). Langkah memendek terjadi ketika roda menginjak sesuatu yang menonjol seperti polisi tidur. Pada bantingan suspensi dengan sokbreker tipe ini memang terasa keras, tapi di tikungan atau jalan bergelombang lebih stabil.

Sedangkan dari jenis media pengisinya, sokbreker terbagi menjadi dua golongan:

– Oli

Dengan menggunakan fluida, tabung bagian dalam pada peredam kejut terisi penuh oleh oli. Sedangkan tabung bagian luar hanya diisi oli sebagian saja. Peredam kejut tipe oli ini sering digunakan sebagai komponen standar di mobil-mobil pada umumnya.

– Gas

Pada tipe gas, tabung bagian dalam masih terisi penuh dengan oli. Bedanya, tabung bagian luar berisi oli dan gas bertekanan. Dengan adanya gas bertekanan, oli akan tetap konstan dan bisa mencegah terjadinya busa atau gelembung udara.

Pada dasarnya peredam kejut tipe gas memiliki peredaman lebih baik ketimbang tipe oli. Tapi memang harganya lebih mahal. Kalau Anda lebih menyukai bantingan yang empuk khususnya di polisi tidur, gunakan tipe single action. Tapi bagi yang menyukai kestabilan pada tikungan dan jalan gelombang bisa memilih double action.

Memilih peredam kejut

Ada cara yang bisa Anda terapkan untuk membedakan peredam kejut single dan double action. Pegang peredam kejut pada posisi vertikal. Lalu tarik dan tekan beberapa kali secara perlahan. Kemudian lakukan penekanan tiba-tiba. Bila merasa ada tahanan berarti sokbreker itu berjenis double action. Sebaliknya jika terasa ringan berarti single action.

Sementara untuk membedakan tipe oli dan gas bisa dilakukan dengan memegang peredam kejut pada posisi vertikal. Tekan peredam kejut sampai pada panjang minimum dan lepaskan. Jika peredam kejut bergerak memanjang berarti itu adalah tipe gas, jika tidak berarti tipe oli.

Jika Anda menggunakan peredam kejut aftermarket, selain dudukannya harus sama, yang perlu diperhatikan adalah panjang maksimum dan minimumnya. Sebaiknya panjang maksimum sama atau lebih dibanding peredam kejut standar. Sedang panjang minimum sama atau kurang dari standar.

Namun tidak semua mobil bisa dengan mudah menggunakan peredam kejut aftermarket. Umumnya mobil-mobil Eropa seperti Mercedes-Benz cukup sulit menemui peredam kejut aftermarket yang sesuai. Untungnya peredam kejut standar, kualitasnya sudah cukup bagus.

(mobil.otomotifnet.com)

SOLVE : USB Gagal di Format / Force Format

Ternyata abis gwe force format, USB gw ngadat lg. Baru gwe pake transfer data, hang lagi. Gwe coba langkah yang sama seperti sebelumnya gak bisa. Pas mo diformat di DOS muncul eror ” Error in IOCTL call

Cari2 di google,dan pake software macem2 dari HP Usb Disk Storage format tool ampe pake aplikasi AlcorMP(080424)_AlcorMP_AU698x tetep gak kebaca dan gak ke format.

Untung nemu 1 aplikasi lagi.Sebut aja SSS_MP_Utility_v2162, alias 3S Mass Production Utility. Awalnya rada bingung makenya. Gwe coba eksperiment aja. Lagian emang Flashdisk gwe dah gwe anggep mati. Mnurut gwe ni aplikasi buat nge flash flaskdisk kayaknya. Berhubung flashdisk gwe merk kingstone, dan diaplikasi ini gak ada yang namanya file Kingstone, gwe coba2 asal aja, ternyata error. tapi enaknya, erornya nyebutin kalo hardwae kita ini support file seri XX.bin. ya udah gwe coba cari file yang serinya sama. Ketemu ama merk sandisk. gwe coba pake filenya, dan pilih eror flashdisknya kenapa (case gw, dipilih nmr 28. DOS kaga bisa memformat). klik run >> proses >> sukses…ternyata berhasil.

Copot flashdisk dan colok lagi di PC..ternyata kebaca. Tapi yang tadinya Kingstone, jadi kebaca Sandisk. Ya gpp lah..selamat dah 4 G flasdisk gwe

Buat yang mo nyoba ni link download softwarenya nya :

http://www.mediafire.com/download.php?s35buu922u1slyu

Ni file yang diambil sama yang harus dipilih dan di klik ( step 1,2,3)

..Goodluck

Format Paksa USB

Tadi malem abis nyolok USB tau2 gak kebaca. Malah bikin windows eksplorer gwe jadi not responding. Biasanya gw pake jurus ” CHKDSK /F G: ” bisa solve.Eh ini masih ngebandel. iseng2 nyari Force Format ” format /fs:fat32 /FORCE /q G: ” baru bener. Emang sih data gak bisa selamet, tapi minimal USB masih bisa dipake..

Catatan : G: = Drive Letter (ganti ssi lokasi drive kebaca)